Minggu, 05 November 2017

Hikam

 *A L   H I K A M*
Karya Syekh Ibnu Athoillah As Sakandary
رضي الله عنه وأعاد علينا من بركاته ونفعنا بعلومه وأمدنا بمدده

             HIKMAH 243-245
*ILMU YANG BERMANFAAT*

٭ العلمُ النَّافعُ هُوَالَّذى يَنْبَسِطُ فىِ الصَّدْرِ شعاعهُ وَيَنكَشِفُ بهِ عن القلبِ قناعهُ ٭

243 “ Ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang sinarnya bisa meluas dalam dada, dan bisa membuka penutup hati.
”Ilmu yang manfaat yaitu ilmu hati, yang bisa membersihkanhati dari kotoran-kotoran hati, mulai dari aibnya nafsu, aibnya hati, aibnya ruh, dan aibnya sir, dan setelah bersih akan terisi dengan sifat kamal, seperti iman, yaqin,tumu’ninah, muroqobah, musyahadah dan akhlaq-akhlaq hasanah lainnya.
Sinarnya ilmu yang meluas didada yaitu munculnya yaqin, ridho, taslim (pasrah), merasakan manisnya iman, dan munculnya ma’rifat, dan itu semua akan menimbulkan rasa takut dan malu kepada Alloh, tenang dan tumu’ninah dan akhlaq-akhlaq hasanah lainnya.
Dan ilmu yang bisa membuka penutup hati seperti ghoflah (lupa kepada Alloh), adapun sebabnya ghoflah yaitu : ridho dengan hawa nafsunya, sebabnya ridho dengan hawa nafsu yaitu : cinta pada dunia,dan cinta dunia itu pangkal daripada dosa/ kesalahan, yang akan menimbulkan hasud, sombong, marah, benci, bakhil, cinta kedudukan, kerasnya hati dansifat-sifat tercela lainnya. Dan barang siapa hatinya telah terbuka dari sifat-sifat tercela tersebut, maka akan muncul sinarnya ilmu. Karena Ilmu billah itu Nur/cahaya dalam hati.
Syeikh Junaid berkata : Ilu itu ialah mengenal Tuhanmu dantidak melampaui kedudukan dirimu (kedudukan hamba).
Nabi Dawud as. Berkata : Ilmudalam dada bagaikan lampu dalam rumah.
 Imam Malik ra berkata : Yang bernama ilmu itu bukannya kepandaian ataubanyaknya meriwayatkan, tetapi ilmu itu hanya Nur yang diturunkan Alloh kedalam hatimanusia, dan berguna untuk mendekatkan diri manusia kepada Alloh, dan menjauhkannya dari kesombaongan

.٭ خيرُالعلمِ ماكانَتِ الخشيَةُ معهُ ٭

244. “Sebaik-baik ilmu yaitu yang disertai khosyyah( takut yang disertai mengagungkan Alloh).”Ilmu yang tidak disertai khosyyah itu tidak ada kebaikannya sama sekali, sebab khosyyah itu sebagai hujjah/bukinya ilmu.
Alloh berfirman yg artinya : “Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Alloh dari para hambaku itu, hanya orang-orang alim (berilmu)

245. “ Ilmu yang disertai takut kepada Alloh itu yang menguntungkan/manfaat bagimu, dan jika tidak maka itu membahayakan kamu.”
Karena ilmu yang disertai khosyyah (takut dan mengagungkan Alloh), itu akan mencegah manusia dari ghoflah dan semua penyebabnya.
Dan akan menimbulkanb semangat untuk taqorrub kepada Alloh yang akan memperoleh makrifatulloh. Sebaliknya ilmu yang tidak disertai khosyyah, akan menjadi bencana baginya, karena maksiatnya orang berilmu itu jauh lebih jelek dibandingkan maksiatnya orang bodoh.
Rosulullh saw. bersabda : “Kecelakaan bagi orng bodoh itu hanya sekali, dan kecelakaan bagi orang yang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya itu sepuluh kali.”
Beliau juga bersabda : “Akan keluar pada ahir zaman orangyang mencari dunia dengan kedok agama, memperlihatkan dimuka orang bulu domba karena lunak/lemah lembut, lidahnya lebih manis dari madu, tetapi hatinya hati srigala. Alloh akan berkata pada mereka : Apakah kamu akan menentang kepadaKu, atau mempermainkan Aku, maka demi kebesaranKu, Aku akan menurunkan kepada mereka ujian fitnah, sehingga orang yang tenang menjadi kebingungan”.
Sabda Rosul saw. lagi : “Akan tiba suatu masa pada umat manusia, tiada tinggal dari Al-Qur’an kecuali tulisannya saja, dan islam tinggal hanya namanya saja, hati orang-orangnya kosong dari petunjuk hidayah, dan masjid hanya penuh dengan jasad manusia yang tak berhati taqwa, sejahat-jahat manusia waktu itu ialah para ulama’, sebab dari mereka sumber fitnah dan kepada mereka pula kembalinya”
Shohabat Abu-Hurairoh berkata: bersabda Nabi saw. : “Siapa yang belajar ilmu agama, tidak untuk mencapai keridhoan Alloh, tidak mempelajarinya kecuali untuk mencapai kepentingan dunia, maka ia tidak akan mendapat bau surga pada hari kiamat”.
Imam Al-Hasan berkata : Siksa bagi seorang alim yaitu mati hatinya. Ketika ditanya: bagaimana matinya hati itu? Jawabnya : Mencari dunia dengan menjual amal akhirat. Dan lebih jahat lagi jika ia menjilat kepada raja (penguasa) untuk mencari keuntungan dari uang haram atau syubhat, maka yang demikian terang-terangan menantang murka Alloh

والله أعلم بالصواب
والله ولي التوفيق والهداية
ولاحول ولاقوة إلابالله العلي العظيم

Semoga bermanfaat..

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=869743553201381&id=100004972333273

Tidak ada komentar:

Posting Komentar