Zuhud ada tiga macam; zuhud orang awam yaitu dengan meninggalkan yang haram, zuhud orang khosh dengan meninggalkan berlebih-lebihan dalam perkara halal, dan zuhud orang akhosh yaitu dengan meninggalkan segala sesuatu yang menyibukkan (memalingkan) dirinya dari Allah. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 76)
وَالزُّهْدُ وَهُوَ عَلىَ ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: فَزُهْدُ الْعَامِّ تَرْكُ الْحَرَامِ، وَزُهْدُ
الْخَاصِّ تَرْكُ الْفُضُوْلِ مِنَ الْحَلاَلِ، وَزُهْدُ اْلأَخَصِّ تَرْكُ مَا يُشْغِلُهُ عَنِ اللهِ تَعَالَى
(جامع الأصول في الأولياء، ص 76)
3 Macam Wara’
Wara’ ada tiga macam; wara’ orang awam yaitu tidak berbicara kecuali dengan Allah, baik dalam keadaan senang atau tidak. Wara’ orang khosh adalah dengan menjaga semua anggota tubuh dari kemurkaan Allah. Wara’ orang akhosh yaitu dengan (menjaga) semua kesibukannya agar diridhai oleh Allah. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 76)
وَالْوَرَعُ وَهُوَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: وَرَعُ اْلعَامِّ وَهُوَ أَنْ لاَيَتَكَّلَمَ إِلاَّ بِاللهِ سَاخِطًا أَوْ رَاضِيًا، وَوَرَعُ الْخَاصِّ وَهُوَ أَنْ يَحْفَظَ كُلَّ جَارِحَةٍ عَنْ سُخْطِ اللهِ، وَوَرَعُ اْلأَخَصِّ وَهُوَ أَنْ يَكُوْنَ جَمِيْعُ شُغْلِهِ يَرْضَى اللهُ بِهِ.
(جامع الأصول في الأولياء، ص 76)
3 Macam Ubudiyah
Ubudiyah ada tiga macam; ubudiyah orang awam yaitu melaksanakan ketaatan, ubudiyah orang khosh adalah ikhlas dalam ketaatan, dan ubudiyah orang akhoshsul khosh adalah meniadakan pandangan dari ikhlas dalam ketaatan. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 76)
وَالْعُبُوْدِيَّةُ وَهِيَ عَلىَ ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: عُبُوْدِيَّةُ الْعَامِّ وَهِيَ اْلإِتْيَانِ بِالطَّاعَةِ، وَعُبُوْدِيَّةُ الْخَاصِّ وَهِيَ اْلإِخْلاَصُ فِى الطَّاعَةِ، وَعُبُوْدِيَّةُ أَخَصِّ الْخَاصِّ وَهِيَ الْغَيْبَةُ عَنْ رُؤْيَةِ اْلإِخْلاَصِ فِى الطَّاعَةِ.
(جامع الأصول في الأولياء، ص 76)
3 Macam Tawakal
Tawakal ada tiga macam; tawakal orang awam yaitu tawakal atas syafaat, tawakal orang khosh yaitu tawakal atas ketaatan, tawakal orang akhosh yaitu tawakal atas pertolongan. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 76)
وَالتَّوَكُّلُ وَهُوَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: تَوَكُّلُ الْعَامِّ وَهُوَ عَلىَ الشَّفَاعَةِ، وَتَوَكُّلُ الْخَاصِّ وَهُوَ عَلَى الطَّاعَةِ، وَتَوَكُّلُ اْلأَخَصِّ وَهُوَ عَلَى الْعِنَايَةِ
(جامع الأصول في الأولياء، ص 76)
3 Macam Taubat
1. Taubat orang awam yaitu taubat dari dosa dan keburukan
2. Taubat orang khash adalah mengosongkan hatinya dari makrifat selain Allah
3. Taubat orang akhash adalah dengan menenggelamkan ruhnya dalam mahabbah(cinta) Allah, bukan mahabbah selain-Nya.
(Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 76)
فَالتَّوْبَةُ وَهِيَ عَلىَ ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: تَوْبَةُ الْعَامِّ وَهِيَ مِنَ الذُّنُوْبِ وَالسَّيْئَاتِ، تَوْبَةُ الْخَاصِّ وَهِيَ أَنْ يُخَلِّيَ قَلْبَهُ مِنْ مَعْرِفَةِ مَا سِوَى الله، وَتَوْبَةُ اْلأَخَصِّ وَهِيَ أَنْ تَسْتَغْرِقَ رُوْحُهُ بِمَحَبَّةِ اللهِ لاَ بِمَحَبَّةِ غَيْرِ اللهِ
. (جامع الأصول في الأولياء، ص 76 )
Catatan:
Pembagian-pembagian tersebut didasarkan pada tingkatan (maqam) orang awam عَامّ, orang khash خَاصّ(khusus), dan orang akhashshul khusus أَخَصُّ الْخُصُوْصِ(di atas kriteria khusus). Orang awam adalah orang biasa pada umumnya. Sedangkan orang khash ada yang menyebutkan bahwa ini adalah tingkatan para ulama, dan para wali kekasih Allah. Dan orang akhashshul khash atau akhashshul khusus adalah tingkatan bagi para nabi dan rasul.
3 Macam Taqwa
Taqwa ada tiga macam; taqwa orang awam dengan lisan, yaitu lebih mendahulukan menyebut Allah daripada menyebut makhluk. Taqwa orang khosh dengan anggota tubuh, yaitu lebih mendahulukan untuk melayani Allah daripada melayani makhluk. Taqwa orang akhosh dengan hati, yaitu lebih mendahulukan cinta kepada Allah daripada cinta kepada makhluk. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 76)
وَالتَّقْوَى وَهِيَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: تَقْوَى الْعَامِّ بِالِّلسَانِ وَهُوَ إِيْثَارُ ذِكْرِ مَنْ لَمْ يَزَلْ وَلاَ يُزَالُ عَلَى ذِكْرِ مَنْ لَمْ يَكُنْ فَكَانَ، وَتَقْوَى الْخَاصِّ بِاْلأَرْكَانِ وَهِيَ إِيْثَارُ خِدْمَةِ مَنْ لَمْ يَزَلْ وَلاَ يُزَالُ عَلَى خِدْمَةِ مَنْ لَمْ يَكُنْ فَكَانَ، وَتَقْوَى اْلأَخَصِّ بِالْجِنَانِ وَهِيَ إِيْثَارُ مَحَبَّةِ مَنْ لَمْ يَزَلْ وَلاَ يُزَالُ عَلَى مَحَبَّةِ مَنْ لَمْ يَكُنْ فَكَانَ. (جامع الأصول في الأولياء، ص 76)
3 Macam Syukur
Syukur ada tiga macam; syukur orang awam dengan ucapan, yaitu pujian, syukur orang khoshitu dengan perbuatan dan pengorbanan, syukur orang akhosh adalah dengan mengetahui semua nikmat itu dari Allah sang Pemberi nikmat.(Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 76)
وَالشُّكْرُ وَهُوَ عَلىَ ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: شُكْرُ الْعَامِّ بِالْقَوْلِ وَهُوَ اَلْحَمْدُ، وَشُكْرُ الْخَاصِّ وَهُوَ بِالْفِعْلِ وَهُوَ الْبَذْلُ، وَشُكْرُ اْلأَخَصِّ وَهُوَ مَعْرِفَةُ النِّعَمِ مِنَ الْمُنْعِمِ. (جامع الأصول في الأولياء، ص 76)
3 Macam Ruh
Ruh ada tiga macam; ruh para musuh Allah disiksa di neraka Jahim, ruh para kekasih Allah diberi kenikmatan di surga Na’im, dan ruh para nabi dimuliakan di sisi-Nya. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 78)
وَالرُّوْحُ وَهُوَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: أَرْوَاحُ اْلأَعْدَاءِ وَهِيَ فِى الْجَحِيْمِ مُعَذَّبَةً، وَأَرْوَاحُ اْلأَوْلِيَاءِ وَهِيَ فِى النَّعِيْمِ مُنْعَمَةً، وَأَرْوَاحُ اْلأَنْبِيَاءِ وَهِيَ عِنْدَ الْكَرِيْمِ مُكْرَمَةً (جامع الأصول في الأولياء، ص 78)
3 Macam Ridha
Ridha ada tiga macam; ridha orang awam kepada agama Allah yaitu dengan upayanya untuk bertindak sesuai agama. Ridha orang khosh kepada pahala Allah, yaitu dengan beramal karena Allah, dan berharap pahala-Nya. Dan ridha orang akhosh adalah Allah saja, yaitu ridho kepada Allah semata. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 77)
وَالرِّضَا وَهُوَ عَلىَ ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: رِضَا الْعَامِّ بِدِيْنِ اللهِ وَهُوَ مُوَافَقَتُهُ فِى الدِّيْنِ، وَرِضَا الْخَاصِّ بِثَوَابِ اللهِ وَهُوَ أَنْ يَعْمَلَ لِوَجْهِ اللهِ رَجَاءَ ثَوَابِهِ، وَرِضَا اْلأَخَصِّ وَهُوَ اللهُ بِاللهِ. (جامع الأصول في الأولياء، ص 77)
3 Macam Istiqamah
Istiqamah ada tiga macam; istiqamah orang awam yaitu dengan pengabdian, istiqamah orang khosh yaitu dengan niat yang kuat, dan istiqamah orang akhosh yaitu dengan mengagungkan semua kebesaran Allah. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 77)
وَاْلاِسْتِقَامَةُ وَهِيَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: اِسْتِقَامَةُ الْعَامِّ وَهِيَ بِالْخِدْمَةِ، وَاسْتِقَامَةُ الْخَاصِّ وَهِيَ بِصِدْقِ الْهِمَّةِ، وَاسْتِقَامَةِ اْلأَخَصِّ وَهِيَ بِتَعْظِيْمِ الْجِهَّةِ أَيِ الْحُرْمَةِ. (جامع الأصول في الأولياء، ص 77)
3 Macam Istiqamah
Istiqamah ada tiga macam; istiqamah orang awam yaitu dengan pengabdian, istiqamah orang khosh yaitu dengan niat yang kuat, dan istiqamah orang akhosh yaitu dengan mengagungkan semua kebesaran Allah. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 77)
وَاْلاِسْتِقَامَةُ وَهِيَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: اِسْتِقَامَةُ الْعَامِّ وَهِيَ بِالْخِدْمَةِ، وَاسْتِقَامَةُ الْخَاصِّ وَهِيَ بِصِدْقِ الْهِمَّةِ، وَاسْتِقَامَةِ اْلأَخَصِّ وَهِيَ بِتَعْظِيْمِ الْجِهَّةِ أَيِ الْحُرْمَةِ. (جامع الأصول في الأولياء، ص 77)
3 Macam Ikhlas
Ikhlas ada tiga macam; ikhlas orang awam yaitu dengan membersihkan perbuatan dari segala kekotoran. Iklhas orang khosh yaitu dengan menghilangkan unsur makhluk dari semua muamalahnya (perbuatannya). Dan ikhlas orang akhosh, yaitu menghilangkan pandangan makhluk dengan melanggengkan pandangan hati pada Allah. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 77)
وَاْلإِخْلاَصُ وَهُوَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: إِخْلاَصُ الْعَامِّ وَهُوَ تَصْفِيَّةُ الْعَمَلِ مِنَ الْكَدَرَاتِ، وَإِخْلاَصُ الْخَاصِّ وَهُوَ إِخْرَاجُ الْخَلْقِ مِنَ الْمُعَامَلاَتِ، وَإِخْلاَصُ اْلأَخَصِّ وَهُوَ نِسْيَانُ رُؤْيَةِ الْخَلْقِ بِدَوَامِ رُؤْيَةِ الْقَلْبِ إِلَى عَالِمِ الْخَفِيَّاتِ (جامع الأصول في الأولياء، ص 77)
3 Macam Hati
Hati ada tiga macam; hati orang awam adalah hati yang melayang dalam urusan dunia yang dibarengi dengan ketaatan. Hati orang khoshadalah hati yang melayang dalam urusan akhirat yang diliputi dengan kemuliaan. Hati orangakhosh adalah hati yang melayang dalam Sidratul Muntaha (keagungan Allah yang tanpa batas) dalam keadaan terhibur dan selalu bersama dengan Allah. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 78)
وَالْقَلْبُ وَهُوَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: قَلْبُ الْعَامِّ وَهُوَ يَطِيْرُ فِى الدُّنْيَا حَوْلَ الطَّاعَةِ، وَقَلْبُ الْخَاصِّ وَهُوَ يَطِيْرُ فِى الْعُقْبَى حَوْلَ الْكَرَامَاتِ، وَقَلْبُ اْلأَخَصِّ وَهُوَ يَطِيْرُ فِى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى حَوْلَ اْلأُنْسِ وَالْمُنَاجَاتِ
(جامع الأصول في الأولياء، ص 78)
Fakir ada tiga macam; fakir orang awam, yaitu tidak mencari yang tidak ada sehingga barang yang ada menjadi sirna. Fakir orang khosh yaitu diam ketika tidak adanya sesuatu. Fakir orang akhosh, yaitu dengan mengupayakan dan mengutamakan yang ada. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 77)
وَالْفَقْرُ وَهُوَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: فَقْرُ الْعَامِّ وَهُوَ أَنْ لاَيَطْلُبَ الْمَعْدُوْمَ حَتَّى يَفْقُدَ الْمَوْجُوْدُ، وَفَقْرُ الْخَاصِّ وَهُوَ السُّكُوْتُ عِنْدَ الْعَدَمِ، وَفَقْرُ اْلأَخَصِّ وَهُوَ الْبَذْلُ وَاْلإِيْثَارُ عِنْدَ الْوُجُوْدِ.
(جامع الأصول في الأولياء، ص 77)
3 Macam Dzikir
Dzikir ada tiga macam; dzikir orang awam yaitu dengan lisan, sedangkan hatinya lupa. Dzikir orang khosh yaitu dengan lisan sedangkan hatinya hadir. Dan dzikir orang akhosh yaitu dengan hati yang hadir (tanpa lisan). (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 78)
وَالذِّكْرُ وَهُوَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: ذِكْرُ الْعَامِّ وَهُوَ بِاللِّسَانِ وَقَلْبُهُ غَافِلٌ، وَذِكْرُ الْخَاصِّ وَهُوَ بِاللِّسَانِ وَقَلْبُهُ حَاضِرٌ، وَذِكْرُ اْلأَخَصِّ وَهُوَ بِالْقَلْبِ حَاضِرٌ.
(جامع الأصول في الأولياء،ص 78)
Bala’ (ujian, cobaan) ada tiga macam; bala’orang awam sebagai bentuk pelajaran, bala’orang khosh sebagai bentuk perbaikan etika, danbala’ orang akhosh sebagai bentuk taqarrub(mendekatkan diri kepada Allah). (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’, hlm. 77)
وَالْبَلاَءُ وَهُوَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ: بَلاَءُ الْعَامِّ وَهُوَ لِلتَّأْدِيْبِ، وَبَلاَءُ الْخَاصِّ وَهُوَ لِلتَّهْذِيْبِ، وَبَلاَءُ اْلأَخَصِّ وَهُوَ لِلتَّقْرِيْبِ
(جامع الأصول في الأولياء، ص 77)
Copy is right © Juli 2012.Tim Ebook Galak GampilPondok Pesantren Ngalah . Hak cipta hanya milik Allah Swt. Diperbolehkan untuk mengcopy / menggandakan / mendistribusikan ulang demi kemanfaatan dan kemaslahatan seluas-luasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar