Assalamualaikum warohmatullah
*Materi pertama*
بسم الله الرحمن الرحيم
*Kitab Ihya Ulumuddin* Jilid 3 halm 72 bab *mendidik anak*
ﺑﻴﺎﻥ اﻟﻄﺮﻳﻖ ﻓﻲ ﺭﻳﺎﺿﺔ اﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﻭﻝ ﻧﺸﻮﻫﻢ ﻭﻭﺟﻪ ﺗﺄﺩﻳﺒﻬﻢ ﻭﺗﺤﺴﻴﻦ ﺃﺧﻼﻗﻬﻢ اﻋﻠﻢ ﺃﻥ اﻟﻄﺮﻳﻖ ﻓﻲ ﺭﻳﺎﺿﺔ اﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻢ اﻷﻣﻮﺭ ﻭﺃﻭﻛﺪﻫﺎ ﻭاﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ﺃﻣﺎﻧﺔ ﻋﻨﺪ ﻭاﻟﺪﻳﻪ ﻭﻗﻠﺒﻪ اﻟﻄﺎﻫﺮ ﺟﻮﻫﺮﺓ ﻧﻔﻴﺴﺔ ﺳﺎﺫﺟﺔ ﺧﺎﻟﻴﺔ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻧﻘﺶ ﻭﺻﻮﺭﺓ ﻭﻫﻮ ﻗﺎﺑﻞ ﻟﻜﻞ ﻣﺎ ﻧﻘﺶ ﻭﻣﺎﺋﻞ ﺇﻟﻰ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻳﻤﺎﻝ ﺑﻪ ﺇﻟﻴﻪ
Bagaimana cara yang benar dalam merawat anak sejak mulai lahirnya, bagaimana cara mendidik dan cara menjadikannya anak yg berakhlak baik?
Cara dalam merawat dan mermendidik anak, adalah perkara yang sangat penting untuk diperhatikan, sebab anak adalah amanat (titipan, keprcayaan, tanggungjawab) bagi orang tua. Hati anak yg masih suci adalah suatu yang sangat berharga yg masih kosong dari ukiran dan gambar. Ia bisa diukir apa saja dan akan tertarik kepada apa saja yg diukir di sana.
ﻓﺈﻥ ﻋﻮﺩ اﻟﺨﻴﺮ ﻭﻋﻠﻤﻪ ﻧﺸﺄ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻌﺪ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭاﻵﺧﺮﺓ ﻭﺷﺎﺭﻛﻪ ﻓﻲ ﺛﻮاﺑﻪ ﺃﺑﻮﻩ ﻭﻛﻞ ﻣﻌﻠﻢ ﻟﻪ ﻭﻣﺆﺩﺏ ﻭﺇﻥ ﻋﻮﺩ اﻟﺸﺮ ﻭﺃﻫﻤﻞ ﺇﻫﻤﺎﻝ اﻟﺒﻬﺎﺋﻢ ﺷﻘﻲ ﻭﻫﻠﻚ ﻭﻛﺎﻥ اﻟﻮﺯﺭ ﻓﻲ ﺭﻗﺒﺔ اﻟﻘﻴﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻭاﻟﻮاﻟﻲ ﻟﻪ
Jika anak dibiasakan dengan kebaikan dan diajarkan kebaikan pasti ia akan tumbuh menjadi sosok yg baik dan sukses dunia sampai akhirat. Pahala kebaikan anak akan diterima pula oleh orang tua dan semua guru yg mengajarinya.
Jika anak terbiasa dengan keburukan, dan orang tua membiarkannya bebas sebagaimana bebasnya binatang, pasti dia akan celaka dunia akhirat. Dosa dosanya menjadi tanggungan orang yang merawatnya, (yaitu orang tua dan guru)
ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ {ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮا ﻗﻮا ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﺃﻫﻠﻴﻜﻢ ﻧﺎﺭا}
Dalam Alquran :"Wahai orang yg beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari neraka
ﻭﻣﻬﻤﺎ ﻛﺎﻥ اﻷﺏ ﻳﺼﻮﻧﻪ ﻋﻦ ﻧﺎﺭ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﺒﺄﻥ ﻳﺼﻮﻧﻪ ﻋﻦ ﻧﺎﺭ اﻵﺧﺮﺓ ﺃﻭﻟﻰ
Jika orang tua selalu menjaga anak dari terkena panasnya api dunia, maka menjaga anak dari api akhirat tentu lebih penting
Bagaimana merawat anak yg benar saya rasa sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan oleh setiap orang tua. Paparan Imam Alghozali yg luar biasa, beda dengan teori parenting modern pada umumnya, akan kita rinci pada materi kedua dan seterusnya. Insyaallah
*Materi Kedua*
ﻭﺻﻴﺎﻧﺘﻪ ﺑﺄﻥ ﻳﺆﺩﺑﻪ ﻭﻳﻬﺬﺑﻪ ﻭﻳﻌﻠﻤﻪ ﻣﺤﺎﺳﻦ اﻷﺧﻼﻕ ﻭﻳﺤﻔﻈﻪ ﻣﻦ اﻟﻘﺮﻧﺎء اﻟﺴﻮء
Hal yang paling penting dalam merawat anak adala harus menjaganya, dengan cara :*mendidik*
*mengajarkan akhlak akhlak yg baik*, dan
*menjaganya dari teman buruk*
ﻭﻻ ﻳﻌﻮﺩﻩ اﻟﺘﻨﻌﻢ ﻭﻻ ﻳﺤﺒﺐ ﺇﻟﻴﻪ اﻟﺰﻳﻨﺔ ﻭاﻟﺮﻓﺎﻫﻴﺔ ﻓﻴﻀﻴﻊ ﻋﻤﺮﻩ ﻓﻲ ﻃﻠﺒﻬﺎ ﺇﺫا ﻛﺒﺮ ﻓﻴﻬﻠﻚ ﻫﻼﻙ اﻷﺑﺪ
Tidak boleh anak dibiasakan hidup enak, nyaman, dan tidak boleh anak dibiarkan suka berhias diri, berdandan, dan menyukai rofahiyah (fasilitas serba cukup, mewah, mahal).
Anak kecil yg terbiasa berhias dan hidup serba wah, ia akan dewasa menjadi pemburu harta yg akan menyianyiakan seluruh umurnya hanya untuk mengejar kemewahan. Dia akan celaka selama lamanya.
Note : Betapa langkanya untuk saat ini orang tua yg melatih anaknya hidup sederhana. Kebanyakan orang tua lebih suka memanjakan anak dengan memberikan semua keinginannya walaupun harus berhutang. Anak yg terbiasa berkecukupan, kelak dewasa tidak akan bisa menjadi pribadi yg qonaah. Tidak akan pernah bersyukur. Apalagi jika kelak ia menjadi istri yg kebetulan suaminya tidak sekaya orang tuanya.
*Materi Ketiga*
Merawat sejak lahir
Merawat sejak lahir
ﺑﻞ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺮاﻗﺒﻪ ﻣﻦ ﺃﻭﻝ ﺃﻣﺮﻩ ﻓﻼ ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﻓﻲ ﺣﻀﺎﻧﺘﻪ ﻭﺇﺭﺿﺎﻋﻪ ﺇﻻ اﻣﺮﺃﺓ ﻣﺘﺪﻳﻨﺔ ﺗﺄﻛﻞ اﻟﺤﻼﻝ
Yang pertama kali harus diperhatikan sejak lahir adalah asupan makanannya. Jangan biarkan bayi dirawat dan disusui kecuali oleh wanita yg agamanya benar benar baik. Wanita yang hanya makan dari uang halal.
ﻓﺈﻥ اﻟﻠﺒﻦ اﻟﺤﺎﺻﻞ ﻣﻦ اﻟﺤﺮاﻡ ﻻ ﺑﺮﻛﺔ ﻓﻴﻪ ﻓﺈﺫا ﻭﻗﻊ ﻋﻠﻴﻪ ﻧﺸﻮ اﻟﺼﺒﻲ اﻧﻌﺠﻨﺖ ﻃﻴﻨﺘﻪ ﻣﻦ اﻟﺨﺒﻴﺚ ﻓﻴﻤﻴﻞ ﻃﺒﻌﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﻳﻨﺎﺳﺐ الخبائث
Air susu ibu, yg diproduksi tubuh, dari makanan haram tidak akan mengandung berkah. Jika anak meminum air susu yg tidak berkah maka darah daging bayi akan tumbuh besar degan bahan yg buruk. Akibatnya watak atau tabiat anak ini akan selalu tertarik kepada perkara yg buruk dan benci kebaikan.
Note : Ini berlaku juga setelah tidak minun ASI. Semua makanan yg diberikan ke anak pastikan diperoleh dengan cara yg halal dan baik. Rizki yg syubhat apalagi yang haram akan tumbuh juga menjadi daging yg buruk. Bagaimana mungkin anak ini bisa diajak melakukan kebaikan sedangkan seluruh tubuhnya adalah keburukan. Ibarat air dan minyak, diaduk pun akan tetap kembali mengelompok sesuai jenisnya. Maka tidak heran ada anak yg mondok ngaji setiap hari selama sepuluh tahun tapi tetap lebih suka bergerombol dengan anak anak nakal dengan aktifitas kemaksiatan, pulang pun seolah tak ada bekas ilmu atau akhlak di hatinya.
*Materi Keempat*
ﻭﻣﻬﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﻓﻴﻪ ﻣﺨﺎﻳﻞ اﻟﺘﻤﻴﻴﺰ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺤﺴﻦ ﻣﺮاﻗﺒﺘﻪ
Saat menginjak usia tamyiz (5 tahun), orang tua harus lebih jeli memperhatikan atau mengawasi anak.
ﻭﺃﻭﻝ ﺫﻟﻚ ﻇﻬﻮﺭ ﺃﻭاﺋﻞ اﻟﺤﻴﺎء ﻓﺈﻧﻪ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻳﺤﺘﺸﻢ ﻭﻳﺴﺘﺤﻲ ﻭﻳﺘﺮﻙ ﺑﻌﺾ اﻷﻓﻌﺎﻝ ﻓﻠﻴﺲ ﺫﻟﻚ ﺇﻻ ﻹﺷﺮاﻕ ﻧﻮﺭ اﻟﻌﻘﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺮﻯ ﺑﻌﺾ اﻷﺷﻴﺎء ﻗﺒﻴﺤﺎ ﻭﻣﺨﺎﻟﻔﺎ ﻟﻠﺒﻌﺾ ﻓﺼﺎﺭ ﻳﺴﺘﺤﻲ ﻣﻦ ﺷﻲء ﺩﻭﻥ ﺷﻲء
Pertama tama akan muncul sifat sifat pemalu pada anak. Jika anak tiba tiba punya rasa malu hingga ia tidak mau melakukan perbuatan tertentu, itu adalah tanda akal anak mulai bersinar memancarkan nur. Nur ini yg membiat anak bisa membedakan mana perbuatan yg pantas dilakukan dan mana perbuatan buruk yg tidak sesuai fitrah. Ia mulai malu melakukan perbuatan tertentu bukan semua perbuatan.
ﻭﻫﺬﻩ ﻫﺪﻳﺔ ﻣﻦ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺑﺸﺎﺭﺓ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ اﻋﺘﺪاﻝ اﻷﺧﻼﻕ ﻭﺻﻔﺎء اﻟﻘﻠﺐ ﻭﻫﻮ ﻣﺒﺸﺮ ﺑﻜﻤﺎﻝ اﻟﻌﻘﻞ ﻋﻨﺪ اﻟﺒﻠﻮﻍ
Ini adalah hadiah dari Allah dan kabar gembira yg menunjukka anak memiliki akhlak yg baik, hati yang bening, dan kelak setelah baligh akalnya pasti sempurna. (Tidak setiap anak mendapatkan keistimewaan ini)
Note : Beberapa orang tua justru tidak menyukai anak yg pemalu. Mereka memaksa dan melatih anak untuk "kendel, waninan" nylonong di keramaian tanpa malu malu. Ini orang tua tanpa sadar telah mematikan potensi utama yg bisa dijadikan modal untuk mendidik anak. Kita lihat anak anak nakal yg susah diatur, sebenarnya berawal dari sikap "randuwe isin" dan "raduwe wedhi"
*Materi Kelima*
ﻓﺎﻟﺼﺒﻲ اﻟﻤﺴﺘﺤﻲ ﻻ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻬﻤﻞ ﺑﻞ ﻳﺴﺘﻌﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺗﺄﺩﻳﺒﻪ ﺑﺤﻴﺎﺋﻪ ﺃﻭ ﺗﻤﻴﻴﺰﻩ
Jika anak kita termasuk anak yg pemalu, seperti yg dijelaskan pada materi keempat, maka jangan sia siakan potensi istimewa ini. Sifat malu anak dapat dijadikan modal utama dalam mendidik anak.
ﻭﺃﻭﻝ ﻣﺎ ﻳﻐﻠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﺼﻔﺎﺕ ﺷﺮﻩ اﻟﻄﻌﺎﻡ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺆﺩﺏ ﻓﻴﻪ ﻣﺜﻞ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺄﺧﺬ اﻟﻄﻌﺎﻡ ﺇﻻ ﺑﻴﻤﻴﻨﻪ ﻭﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﺪ ﺃﺧﺬﻩ ﻭﺃﻥ ﻳﺄﻛﻞ ﻣﻤﺎ ﻳﻠﻴﻪ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺒﺎﺩﺭ ﺇﻟﻰ اﻟﻄﻌﺎﻡ ﻗﺒﻞ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺤﺪﻕ اﻟﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻻ ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﻳﺄﻛﻞ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺴﺮﻉ ﻓﻲ اﻷﻛﻞ ﻭﺃﻥ ﻳﺠﻴﺪ اﻟﻤﻀﻎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻮاﻟﻲ ﺑﻴﻦ اﻟﻠﻘﻢ ﻭﻻ ﻳﻠﻄﺦ ﻳﺪﻩ ﻭﻻ ﺛﻮﺑﻪ
Tabiat anak yg melekat sejak lahir adalah suka makan. Maka didiklahlah anak mulai dari cara makan.Tidak boleh mengambil makanan kecuali dengan tangan kanan
Harus dituntun sampai terbiasa membaca basmalah ketika mengambil makanan.
Mengambil makanan yg terdekat dengannya.
Tidak boleh memulai makan mendahului orang lain.
Tidak boleh memandang tajam pada makanan dan orang yg sedang makan.
Tidak boleh terlalu cepat ketika makan
Mengunyah dengan baik (ora molo molo, ora kesusu, dll)
Mengatur tempo jarak antara suapan satu dengan yg lain
Tidak belepotan makanan di tangan dan pakaiannya
Note : Pendidikan adab semacam ini lah yg harus lebih dipentingkan oleh orang tua dari pada mengajarinya membaca menulis dan berhitung. Ilmu pengetahuan bisa dikejar di usia dewasa namun adab yg terlanjur buruk akan menjadi karakter yg sulit dibenahi setelah dewasa. Teori pendidikan bahkan melarang anak belajar calistung (baca tulis hitung) sebelum usia SD.
*Materi Keenam*
ﻭﺃﻥ ﻳﻌﻮﺩ اﻟﺨﺒﺰ اﻟﻘﻔﺎﺭ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ اﻷﻭﻗﺎﺕ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﺼﻴﺮ ﺑﺤﻴﺚ ﻳﺮﻯ اﻷﺩﻡ ﺣﺘﻤﺎ
Sesekali biasakan anak makan makanan kasar (tidak lezat) tanpa lauk pauk sehingga dia tidak menganggap lauk pauk adalah suatu keharusan.
ﻭﻳﻘﺒﺢ ﻋﻨﺪﻩ ﻛﺜﺮﺓ اﻷﻛﻞ ﺑﺄﻥ ﻳﺸﺒﻪ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻳﻜﺜﺮ اﻷﻛﻞ ﺑﺎﻟﺒﻬﺎﺋﻢ ﻭﺑﺄﻥ ﻳﺬﻡ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻳﻪ اﻟﺼﺒﻲ اﻟﺬﻱ ﻳﻜﺜﺮ اﻷﻛﻞ ﻭﻳﻤﺪﺡ ﻋﻨﺪﻩ اﻟﺼﺒﻲ اﻟﻤﺘﺄﺩﺏ اﻟﻘﻠﻴﻞ اﻷﻛﻞ
Berikan pengertian kepada anak bahwa banyak makan itu buruk. Katakan padanya bahwa memperbanyak makan adalah kelakuan binatang. Ketika melihat orang yg suka banyak makan, tunjukkan ke anak bahwa itu sifat tercela, dan pujilah di hadapan anak ketika ada anak lain yg baik dan sedikit makan.
ﻭﺃﻥ ﻳﺤﺒﺐ ﺇﻟﻴﻪ اﻹﻳﺜﺎﺭ ﺑﺎﻟﻄﻌﺎﻡ ﻭﻗﻠﺔ اﻟﻤﺒﺎﻻﺓ ﺑﻪ ﻭاﻟﻘﻨﺎﻋﺔ ﺑﺎﻟﻄﻌﺎﻡ اﻟﺨﺸﻦ ﺃﻱ ﻃﻌﺎﻡ ﻛﺎﻥ
Buatlah anak terbiasa mengalah dalam urusan makanan, demi mementingkan orang lain. Tanamkan dalam otaknya bahwa makan itu buhan perkara yg terlalu penting. Biasakan dia "neriman" dengan jenis makanan apapun
Note : Pendidikan akhlah Islam ini terlihat sangat bertentangan dengan teori manusia modern pada umumnya. Teori dari luar Islam menekankan kepada orang tua bahwa anak haruslah mendapat banyak asupan makanan bergizi, lezat, dan beraneka ragam. Anak yg gemuk dan "tampesan" (banyak makan) dianggap suatu yg positif.
Perbedaan ini jelas disebabkan oleh perbedaan orientasi. Teori non Islam mementingkan tubuh dan jasmani, sedangkan Islam mementingkan jiwa, hati, adab dan akhlak. Kelak setelah dewasa dua anak ini juga akan berbeda orientasi. Yang satu hidup hanya mikir kebutuhan makan dan ekonomi keluarga, sedang anak yg terdidik akan lebih memahami ada hal lain yg lebih penting dari makan dan ekonomi, yaitu akhlak, budi pekerti, agama, dan tatanan masyarakat. Anak yg terbiasa banyak makan akan sulit menahan diri dari nafsu dan syahwat sedang anak yg terbiasa lapar lebih mudah menjaga diri dari hawa nafsu.
*Materi Ketujuh*
ﻭﺃﻥ ﻳﺤﺒﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﺜﻴﺎﺏ اﻟﺒﻴﺾ ﺩﻭﻥ اﻟﻤﻠﻮﻥ ﻭاﻹﺑﺮﻳﺴﻢ ﻭﻳﻘﺮﺭ ﻋﻨﺪﻩ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﺷﺄﻥ اﻟﻨﺴﺎء ﻭاﻟﻤﺨﻨﺜﻴﻦ ﻭﺃﻥ اﻟﺮﺟﺎﻝ ﻳﺴﺘﻨﻜﻔﻮﻥ ﻣﻨﻪ ﻭﻳﻜﺮﺭ ﺫﻟﻚ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻣﻬﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﻋﻠﻰ ﺻﺒﻲ ﺛﻮﺑﺎ ﻣﻦ ﺇﺑﺮﻳﺴﻢ ﺃﻭ ﻣﻠﻮﻥ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﻨﻜﺮﻩ ﻭﻳﺬﻣﻪ
Buatlah anak menyukai pakaian putih, bukan pakain warna warni, apalagi sutera. Tanamkan dalam benaknya bahwa pakaian warna warni dan sutera hanya pantas untuk wanita dan banci. Ulangi terus menerus sampai lekat di pikirannya. Ketika terlihat ada anak lain memakai pakaian warna warni atau sutra (atau pakaian mahal) buatlah anak kita ingkar dan jijik.
ﻭﻳﺤﻔﻆ اﻟﺼﺒﻲ ﻋﻦ اﻟﺼﺒﻴﺎﻥ اﻟﺬﻳﻦ ﻋﻮﺩﻭا اﻟﺘﻨﻌﻢ ﻭاﻟﺮﻓﺎﻫﻴﺔ ﻭﻟﺒﺲ اﻟﺜﻴﺎﺏ اﻟﻔﺎﺧﺮﺓ ﻭﻋﻦ ﻣﺨﺎﻟﻄﺔ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻳﺴﻤﻌﻪ ﻣﺎ ﻳﺮﻏﺒﻪ ﻓﻴﻪ
Jagalah anak dari bergaul dengan anak anak yg terbiasa hidup mewah dan memakai pakaian mahal (branded). Jauhkan dari orang yg suka membicarakan kemewahan.
ﻓﺈﻥ اﻟﺼﺒﻲ ﻣﻬﻤﺎ ﺃﻫﻤﻞ ﻓﻲ اﺑﺘﺪاء ﻧﺸﻮﻩ ﺧﺮﺝ ﻓﻲ اﻷﻏﻠﺐ ﺭﺩﻱء اﻷﺧﻼﻕ ﻛﺬاﺑﺎ ﺣﺴﻮﺩا ﺳﺮﻭﻗﺎ ﻧﻤﺎﻣﺎ ﻟﺤﻮﺣﺎ ﺫا ﻓﺼﻮﻝ ﻭﺿﺤﻚ ﻭﻛﻴﺎﺩ ﻭﻣﺠﺎﻧﺔ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺤﻔﻆ ﻋﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺫﻟﻚ ﺑﺤﺴﻦ اﻟﺘﺄﺩﻳﺐ
Sungguh anak yg dibiarkan bebas sejak kecil (tidak diberi aturan ketat), akan tumbuh dewasa menjadi orang yg buruk perangainya. Dia pasti akan dewasa menjadi orang yg suka bohong, suka iri, suka mencuri (korupsi), suka tertawa lepas, suka menipu, dan suka cengengesan/melawak. Anak harus dihindarkan dari semua itu dengan pendidikan yg baik.
Note : yuk koreksi bagaimana gaya hidup keluarga kita dan lingkungan, untuk kemudian kiga perbaiki.
*Materi Kedelapan*
ﺛﻢ ﻳﺸﺘﻐﻞ ﻓﻲ اﻟﻤﻜﺘﺐ ﻓﻴﺘﻌﻠﻢ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺃﺣﺎﺩﻳﺚ اﻷﺧﺒﺎﺭ ﻭﺣﻜﺎﻳﺎﺕ اﻷﺑﺮاﺭ ﻭﺃﺣﻮاﻟﻬﻢ ﻟﻴﻨﻐﺮﺱ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻪ ﺣﺐ اﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ
Dalam hal pendidikan, mulailah dengan mengajarnya Alquran, Hadits, Akhbar, dan kisah kisah orang sholih, tujuannya agar tertanam dalam jiwanya rasa cinta kepada orang orang sholih.
ﻭﻳﺤﻔﻆ ﻣﻦ اﻷﺷﻌﺎﺭ اﻟﺘﻲ ﻓﻴﻬﺎ ﺫﻛﺮ اﻟﻌﺸﻖ ﻭﺃﻫﻠﻪ ﻭﻳﺤﻔﻆ ﻣﻦ ﻣﺨﺎﻟﻄﺔ اﻷﺩﺑﺎء اﻟﺬﻳﻦ ﻳﺰﻋﻤﻮﻥ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ اﻟﻈﺮﻑ ﻭﺭﻗﺔ اﻟﻄﺒﻊ ﻓﺈﻥ ﺫﻟﻚ ﻳﻐﺮﺱ ﻓﻲ ﻗﺏ ﻠﻮاﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ﺑﺬﺭ اﻟﻔﺴﺎﺩ
Hindarkan anak dari nyanyian yg berisi percintaan, asmara, dan tokoh tokohnya. Jagalah dari guru/sastrawan yg menganggap bahwa lagu lagu asmara itu merupakan bakat, dan kelembutan hati. Sungguh ini sedang menanam bibit bibit kerusakan dalam hati anak
Note : Rupanya, makin ke sini materi kita, makin terlihat jelas mengapa umat Islam saat ini begitu jauh dari akhlakul karimah yg pernah ditanamkan oleh Rasulullaah saw. Setiap hari bayi bayi lahir seakan sengaja dicetak oleh orang tua mereka menjadi generasi amoral, karena ketidaktahuan atau ketidakpedulian orang tua terhadap nilai agama.
Fakta di lapangan, tontonan yg disuguhkan ke anak hanyalah tivi, hape, internet yg menampilkan artis artis tak berakhlak. Tak ada sama sekali sosok orang sholih yang diidolakan. Nabi kah, wali kah, ulama kah, tak ada yg dikenang sosoknya oleh anak. Ya Allaah, anak anak kecil tak berdosa diberi pakaian mini, dilatih joget dangdut percintaan, direkam video dan diupload dengan bangganya oleh ibu kandung mereka sendiri ke medsos. Ibu kandung mereka sendiri yg seharusnya melindungi. Maasyaallaah. Orang tua jangan salahkan siapapun kalau saat ini anak anak SD SMP sudah cinta cintaan dan banyak diberitakan hamil.
*Materi Kesembilan*
ﺛﻢ ﻣﻬﻤﺎ ﻇﻬﺮ ﻣﻦ اﻟﺼﺒﻲ ﺧﻠﻖ ﺟﻤﻴﻞ ﻭﻓﻌﻞ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻜﺮﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻳﺠﺎﺯﻯ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻤﺎ ﻳﻔﺮﺡ ﺑﻪ ﻭﻳﻤﺪﺡ ﺑﻴﻦ ﺃﻇﻬﺮ اﻟﻨﺎﺱ
Apabila anak mulai nampak berakhlak baik dan melakukan perbuatan terpuji, maka ia selayaknga ia dihargai, berikan imbalan (reward) yg membuatnya senang, pujilah perbuatan baiknya di depan banyak orang.
ﻓﺈﻥ ﺧﺎﻟﻒ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ اﻷﺣﻮاﻝ ﻣﺮﺓ ﻭاﺣﺪﺓ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺘﻐﺎﻓﻞ ﻋﻨﻪ ﻭﻻ ﻳﻬﺘﻚ ﺳﺘﺮﻩ ﻭﻻ ﻳﻜﺎﺷﻔﻪ ﻭﻻ ﻳﻈﻬﺮ ﻟﻪ ﺃﻧﻪ ﻳﺘﺼﻮﺭ ﺃﻥ ﻳﺘﺠﺎﺳﺮ ﺃﺣﺪ ﻋﻠﻰ ﻣﺜﻠﻪ ﻭﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﺇﺫا ﺳﺘﺮﻩ اﻟﺼﺒﻲ ﻭاﺟﺘﻬﺪ ﻓﻲ ﺇﺧﻔﺎﺋﻪ ﻓﺈﻥ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺫﻟﻚ ﻋﻠﻴﻪ ﺭﺑﻤﺎ ﻳﻔﻴﺪﻩ ﺟﺴﺎﺭﺓ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﺒﺎﻟﻲ ﺑﺎﻟﻤﻜﺎﺷﻔﺔ
Jika sesekali ia melanggar aturan (yg telah ditetapkan pada materi sebelumnya), untuk pelanggaran pertama kali, sebaiknya lupakan saja jangan buka rahasianya, jangan pula ia merasa bahwa orang lain juga berani melakukan perbuatan seperti yg dia kerjakan. Apalagi jika ia sudah berusaha bersembunyi ketika melakukan perbuatan buruknya. Sebab jika ini dibuka, akan membuatnya berani melakukan keburukan terang terangan sampai tak peduli diketahui orang.
ﻓﻌﻨﺪ ﺫﻟﻚ ﺇﻥ ﻋﺎﺩ ﺛﺎﻧﻴﺎ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻌﺎﺗﺐ ﺳﺮا ﻭﻳﻌﻈﻢ اﻷﻣﺮ ﻓﻴﻪ ﻭﻳﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﻌﻮﺩ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﻟﻤﺜﻞ ﻫﺬا ﻭﺃﻥ ﻳﻄﻠﻊ ﻋﻠﻴﻚ ﻓﻲ ﻣﺜﻞ ﻫﺬا ﻓﺘﻔﺘﻀﺢ ﺑﻴﻦ اﻟﻨﺎﺱ
Jika ia mengulang kedua kali, sebaiknya ditegur dengan bersembunyi, ditakut takuti dengan ancaman, "apabila kamu mengulangi lagi akan dipermalukan dihadapan banyak orang."
ﻭﻻ ﺗﻜﺜﺮ اﻟﻘﻮﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺎﻟﻌﺘﺎﺏ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺣﻴﻦ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻬﻮﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﺳﻤﺎﻉ اﻟﻤﻼﻣﺔ ﻭﺭﻛﻮﺏ اﻟﻘﺒﺎﺋﺢ ﻭﻳﺴﻘﻂ ﻭﻗﻊ اﻟﻜﻼﻡ ﻣﻦ ﻗﻠﺒﻪ
Jangan terlalu sering mengomeli anak, karena justru semakin sering dimarahi akan membuat anak meremehkan teguran, ringan melakukan keburukan, dan hilanglah "aura" perkataan orang tua dari hati anak. (Diomeng rasane koyo dipencloki laler, saking kulinane)
Note : Obat itu penting, tapi mengetahui dosis dan aturan pemakaiannya justru lebih penting. Tanpa mengikuti resep dokter bisa berakibat fatal. Pujian, hadiah, nasehat, marah, hukuman, itu perlu tapi dosis dan caranya harus tepat.
*Materi Kesepuluh*
ﻭﻟﻴﻜﻦ اﻷﺏ ﺣﺎﻓﻈﺎ ﻫﻴﺒﺔ اﻟﻜﻼﻡ ﻣﻌﻪ ﻓﻼ ﻳﻮﺑﺨﻪ ﺇﻻ ﺃﺣﻴﺎﻧﺎ ﻭاﻷﻡ ﺗﺨﻮﻓﻪ ﺑﺎﻷﺏ ﻭﺗﺰﺟﺮﻩ ﻋﻦ اﻟﻘﺒﺎﺋﺢ
Haruslah seorang ayah menjaga wibawa dihadapan anak. Jangan sering sering mengomel kecuali saat tertentu, demi menjaga wibawa. Sedangkan seorang ibu harus berusaha menanamkan kepada anak, rasa takut kepada ayahnya.
Note : Ketika ayah memberi nasehat atau memarahi anak, tidak dibenarkan bagi ibu untuk membela anak, atau sebaliknya, agar wibawa orang tua tidak jatuh di mata anak. Jika ini diabaikan, anak akan selalu mencari perlindungan setiap melakukan kenakalan.
Dalam praktiknya, anak tidak selalu taat ketika dinasehati dengan kelembutan saja. Ada saat saat dimana anak tidak menghiraukan nasehat lembut dari ibunya, maka ketegasan ayah sangat dibutuhkan saat itu. Orang tua yg gagal menanamkan rasa takut anak kepada ayah, akan kehilangan senjata pamungkas untuk mendidik. Ilang upase ilang yonine bujat anake.
*Materi Kesebelas*
ﻭﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻤﻨﻊ ﻋﻦ اﻟﻨﻮﻡ ﻧﻬﺎﺭا ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻮﺭﺙ اﻟﻜﺴﻞ ﻭﻻ ﻳﻤﻨﻊ ﻣﻨﻪ ﻟﻴﻼ ﻭﻟﻜﻦ ﻳﻤﻨﻊ اﻟﻔﺮﺵ اﻟﻮﻃﻴﺌﺔ ﺣﺘﻰ ﺗﺘﺼﻠﺐ ﺃﻋﻀﺎﺅﻩ ﻭﻻ ﻳﺴﻤﻦ ﺑﺪﻧﻪ ﻓﻼ ﻳﺼﺒﺮ ﻋﻦ اﻟﺘﻨﻌﻢ ﺑﻞ ﻳﻌﻮﺩ اﻟﺨﺸﻮﻧﺔ ﻓﻲ اﻟﻤﻔﺮﺵ ﻭاﻟﻤﻠﺒﺲ ﻭاﻟﻤﻄﻌﻢ
Sebaiknya anak dilarang tidur siang, sungguh tidur siang bagi anak menumbuhkan sifat pemalas. Tidak dilarang tidur malam hari, tetapi jangan berikan kasur empuk, agar tubuhnya bisa tmbuh kuat, tidak gemuk badannya, yg menyebabkan anak tidak mampu menahan diri dari kenikmatan. Biasakanlah anak dengan yg kasar kasar dalam hal alas tidur, pakaian, dan makanan. (Agar kelak dewasa kuat menghadapi segala cobaan hidup, tidak bermanja manja)
ﻭﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻤﻨﻊ ﻣﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻳﻔﻌﻠﻪ ﻓﻲ ﺧﻔﻴﺔ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺨﻔﻴﻪ ﺇﻻ ﻭﻫﻮ ﻳﻌﺘﻘﺪ ﺃﻧﻪ ﻗﺒﻴﺢ ﻓﺈﺫا ﺗﺮﻙ ﺗﻌﻮﺩ ﻓﻌﻞ اﻟﻘﺒﻴﺢ
Jangan biarkan anak melakukan aktifitas apapun dengan bersembunyi, sebab ia tak mungkin bersembunyi bila tidak meyakini perbuatannya itu buruk. Jika dibiarkan bersembunyi, perbuatan buruknya itu akan menjadi kebiasaan.
ﻭﻳﻌﻮﺩ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ اﻟﻨﻬﺎﺭ اﻟﻤﺸﻲ ﻭاﻟﺤﺮﻛﺔ ﻭاﻟﺮﻳﺎﺿﺔ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﻐﻠﺐ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﻜﺴﻞ ﻭﻳﻌﻮﺩ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻜﺸﻒ ﺃﻃﺮاﻓﻪ ﻭﻻ ﻳﺴﺮﻉ اﻟﻤﺸﻲ ﻭﻻ ﻳﺮﺧﻲ ﻳﺪﻳﻪ ﺑﻞ ﻳﻀﻤﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺻﺪﺭﻩ
Di siang hari, biasakan anak banyak gerak, jalan, olah raga, sehingga tidak menjadi pemalas. Biasakan tidak membuka tangan dan kakinya (beri pakaian panjang). Dalam berjalan tidak terlalu cepat, tangan tidak diayun tapi diletakkan di depan dada.
ﻭﻳﻤﻨﻊ ﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﻔﺘﺨﺮ ﻋﻠﻰ ﺃﻗﺮاﻧﻪ ﺑﺸﻲء ﻣﻤﺎ ﻳﻤﻠﻜﻪ ﻭاﻟﺪاﻩ ﺃﻭ ﺑﺸﻲء ﻣﻦ ﻣﻄﺎﻋﻤﻪ ﻭﻣﻼﺑﺴﻪ ﺃﻭ ﻟﻮﺣﻪ ﻭﺩﻭاﺗﻪ ﺑﻞ ﻳﻌﻮﺩ اﻟﺘﻮاﺿﻊ ﻭاﻹﻛﺮاﻡ ﻟﻜﻞ ﻣﻦ ﻋﺎﺷﺮﻩ ﻭاﻟﺘﻠﻄﻒ ﻓﻲ اﻟﻜﻼﻡ ﻣﻌﻬﻢ
Perhatikan jangan sampai anak bersikap sombong kepada teman temannya, membanggakan harta milik orang tuanya, atau jenis makannya, atau pakaiannya, atau peralatan sekolahnya. (Maka belikan untuknya tidak lebih dari teman temannya). Latihlah anak sampai terbiasa tawadhu, memuliakan semua orang, dan lembut dalam tutur kata.
source;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar