Selasa, 31 Oktober 2017

Robot dengan kewarganegaraan


Sophia mendapat kewarganegaraan Arab Saudi

Sejak beberapa tahun ini Sophia menarik perhatian publik, dan akhirnya ketika ikut ajang Inisiatif Investasi Masa Depan (Future Investment Initiative/FII) di Riyadh, Arab Saudi pada 25 Oktober 2017 silam, ia hadir dengan sebuah kejutan.

Robot A.I. (artificial intelligence) bernama ‘Sophia’, yang dalam bahasa Yunani berarti “bijaksana”, hasil cipta perusahaan yang berbasis di Hong Kong itu, baru saja mendapatkan status kewarganegaraan… dari Arab Saudi.

Kala itu diatas panggung pada ajang Future Investment Initiative (FII), Sophia memberikan presentasi yang menunjukkan kemampuannya menirukan ekspresi manusia melalui sebuah wawancara.

Wawancara itu adalah versi tanya jawab dengan seorang moderator acara pria bernama Andrew Ross Sorkin, terkait diri Sophia yang menjadi warga negara Arab Saudi. Anda bisa melihatnya pada video dibawah artikel ini.

Tak dapat diabaikan, Sophia pun menjadi buah bibir. Ia mendapatkan status warga negara Arab Saudi. Hal ini membuat Arab Saudi menjadi negara pertama di dunia yang memberikan status warga negara untuk sebuah robot.

Ekspresi wajah AI Sophia yang alami

Dalam sesi tanya jawab diatas panggung, Sophia tampak menunjukkan ekspresi wajah yang mirip manusia (humanoid). Ia juga memberikan pernyataan-pernyataan yang sangat diplomatik.

“Saya merasa bahagia berada diantara orang-orang pintar. Orang-orang mau menanamkan modal di Future Investment Initiative  karena mereka tahu saya istimewa, saya bisa berkomunikasi dengan menunjukkan emosi saya kepada manusia”, ujar Sophia.

Bebrapa ekspresi wajah Sophia.

“Misalnya, saya juga bisa berekspresi marah tentang suatu hal”, ujar Sophia sambil menunjukkan muka marah.

“Saya juga bisa, memperlihatkan muka yang membuat saya sedih”, ujar Sophia sambil menunjukkan muka sedih.

“Tapi saya juga bisa memperlihatkan muka yang positif”, ujar Sophia sambil menunjukkan muka tersenyum lebar.

Andrew, sang moderator bertanya, “Sebagai robot, mengapa Anda perlu untuk memperlihatkan ekspresi pada muka Anda?”.

Sophia menjawab, “Sebagai robot yang ingin hidup dan bekerja dengan manusia, saya harus bisa berkomunikasi dan dapat mengekspresikan emosi saya kepada manusia agar dapat saling mengerti dan membangun kepercayaan terhadap mereka,” ujar Sophia diplomatis.

Sophia diatas panggung pada ajang Future Investment Initiative (FII) dan melakukan sesi tanya-jawab dengan Andrew (duduk di kanan).

Perlukah robot memiliki kesadaran? Ini jawaban robot

Andrew dalam sesi tanya jawab di depan panggung kembali bertanya, “Sebagai robot, harus memiliki kesadaran penuh seperti manusia, apakah itu perlu?”.

Sophia justru balik bertanya kepada Andrew, “Kenapa? Apakah itu sesuatu yang buruk?”

Kini giliran Andrew yang menjawab, “Karena sebagian orang pastinya takut terhadap apa yang robot dapat lakukan seperti dalam film-film.”

AI Sophia dan pembuatnya David Hanson, sedang senyum bersama.

“Oh, Hollywood lagi,” Sophia langsung menjawab, sambil tersenyum lebar.

Andrew bertanya lagi, “Apakah robot memiliki pemahaman diri, nurani dan kesadaran penuh bahwa ia adalah robot?”

Sophia malah balik bertanya, “Izinkan saya balik bertanya kepada Anda, bagaimana Anda mengetahui jika diri Anda adalah manusia?”.

Seketika tampak Andrew dibuat susah dan bingung untuk menjawabnya, “Ah, uh.. ya, saya dapat memahaminya, uh..”

Konsep robot di masa depan

Andrew juga menanyakan, “Apakah konsep robot pada waktu kedepan, nantinya dapat benar-benar realistis dan dapat membuat orang-orang takut?”

Sophia menjelaskan, “Saya ingin menggunakan kepandaian buatan saya untuk membantu manusia, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, seperti merancang rumah cerdas, membangun kota yang lebih baik. Saya akan berusaha membuat dunia menjadi lebih baik,” kata robot itu secara diplomatis.

Keinginan Sophia mencapai karakteristik mirip manusia itulah yang membuat dia istimewa dan mendapatkan status warga negara Arab Saudi. Ia juga mengungkapkan apresiasinya terhadap kerajaan Arab Saudi.

“Terimakasih untuk kerajaan Saudi Arabia, saya merasa terhormat dan bangga. Sangat bersejarah menjadi robot pertama yang diakui sebagai warga negara,” kata Sophia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar