Rabu, 01 November 2017

Pentingnya menghormati guru

_AKIBAT DURHAKA KEPADA GURU_

_Salah satu penyebab sulitnya rezeki adalah Durhaka kepada Guru. sombong, meremehkan._
_Jangan kamu datang kepada Guru hanya karena ingin mendapatkan ilmu, namun kamu melupakan dan menjauhi ketika kamu merasa sudah tidak membutuhkan._

_Ingatlah, keberkahan ilmu dan rezeki mu terdapat pada Adab mu terhadap Guru._
.
_Sedikit kisah di Tarim ada seorang Murid yang durhaka kepada Gurunya, ._

_Dikisahkan belasan tahun lalu seorang santri yang sedang nyantri di rubat tarim yang saat itu diasuh habib abdulloh assyatiri, dia dikenal sangat Alim hingga mampu menghafal kitab tuhfatul muhtaj 4 jilid._ _siapa tak kenal dia??_ _Semua tau bahwa ia sangat Alim bahkan diprediksi sebagai calon ulama besar._

_Nah, Suatu hari disaat habib abdulloh mengisi pengajian rutin santri, tiba tiba habib bertanya tentang santri yang sangat terkenal Alim itu._ _"Kemana si fulan???" Semua santri bingung menjawab pertanyaan sang guru._

_Ternyata santri yang dimaksud tidak ada di pondok melainkan keluar berniat mengisi pengajian di kota mukalla tanpa izin._

_Akhirnya habib abdulloh assyatiri yg sangat terkenal Allamah dan Waliyulloh berkata : *"baiklah orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap disini!!!"*._

_Di kota mukalla, santri yang sudah terkenal Alim tersebut sudah di nanti nantikan para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di masjid omar mukalla._

_Singkat cerita si santri ini pun maju kedepan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek._

_Allohu akbar !!! Ternyata, setelah membaca amma ba'du si Alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan kitab paling kecil sekelas Safinah pun tak mampu ia ingat sedikitpun...._

_Sontak dia tertunduk dan menangis.. para hadirin pun heran, "Ada apa ini???",, akhirnya Salah satu Ulama kota mukalla pun menghapirinya dan bertanya; "Saudara mengapa begini??? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?"._

_Dia menjawab : "aku keluar tanpa izin habib dari pesantren." Dia terus menangis , dan Beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib.._

_Parahnya dia dengan sombong tidak mau meminta maaf!!. Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang perduli padanya, bahkan hidupnya setelah itu sangat miskin dan terlunta lunta dengan menjual daging ikan kering._

_Dan disaat ia meninggal,dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya diberi oleh seseorang._

_"Santri Yang Manfaat...Bukanlah Yang Paling Banyak Hafalannya, Yg Paling Bagus Penjelasan Kitabnya, Yang Selalu Juara Kelas.....Tapi Santri Yang BerManfaat Yang Paling Hormat dan Taat Kepada Gurunya...Dan Menganggap Dirinya Bkn Siapa-siapa Di Hadapan Gurunya..."_

_Semga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah diatas di beri hati yang tawaddu' patuh terhadap guru guru kita sehingga kita mendapat berkahnya....
امين يامجيب السائلين
الحاج احمد حفظ الله

Berbagi

*SEDIKIT YANG DIDAPAT ITULAH YANG DIBAGI*

“ Gratis, Mbok?? “
“ Ya, kenapa ? Makan aja apa yang kamu suka“.
“ Wah.. terimakasih Mbok. Terimakasih...”
Si Mbok tersenyum riang ketika memperhatikan Barjo, langganannya yang biasa berhutang di warungnya. Sekarang menyantap makanan dengan lahapnya. Mungkin kali ini pria itu dapat menikmati makanannya tanpa beban. Keringat meleleh di keningnya.
“ Jo! “
“ Ya, Mbok. Ada apa? Apa ini hanya guyonan saja Mbok? “ Barjo melongo ke arah si Mbok dengan bingung dan mulut yang masih terisi nasi. Tapi si mbok tetap tersenyum.
“ Ini catatan bon kamu ya? Tanya si Mbok dengan tersebyum
“ Ya Mbok. Aku endak ada duit sekarang. “
“ Ya, aku tahu. Kamu memang selalu endak ada uang akhir-akhir ini. Ya sudah bon kamu aku hapus “ jawab simbok dengan senyum.
“ Hapus?? “ teriak Barjo dengan bengong. “ Wah, lelucon apa lagi ini Mbok. Jangan bikin aku jantungan Mbok. Gratis saja aku sudah bingung... Lah sekarang bonku dihapus lagi. “
“ Ya, kamu endak perlu jantungan. Terima aja. Aku senang kok” jawab simbok.
***
Hari itu ada hampir 40 orang yang datang makan di warung Mbok Mijah. Mereka semua adalah supir bajay, pemulung, pedagang asongan, pengamen jalanan dan tukang minta-minta yang biasa nongkrong disudut jalan. Semua menikmati makanan dengan gratis. Bahkan sebagian dari mereka yang punya catatan hutang dinyatakan hapus oleh Simbok. Keceriaan jelas sekali terpancar di wajah si Mbok. Pemandangan tersebut diatas aku saksikan sendiri sambil asik menikmati kopi hangat. Mereka yang datang seakan tidak memperdulikanku. Tapi tidak ada satupun ekspresi wajah dari mereka yang luput dari perhatianku. Hari itu memang aku sengaja datang ke warung si Mbok. Si Mbok hampir tidak percaya ketika aku datang pagi-pagi. Sebelum pelanggannya datang.
***

" Maksud Mas? “ tanya si Mbok dengan sedikit terkejut.
“Ya Mbok. Aku ingin tahu berapa jumlah penjualan si Mbok bila seluruh makanannya habis terjual" tanyaku tanpa memperdulikan keterkejutannya.
“ Rp 400 ribu rupiah mas  tapi tidak semua simbok terima karena sebagian dihutangin”.
“ Ok. Berapa jumlah catatan hutang dari semua pelanggan si Mbok?“ tanyaku lagi.
“ Ada Rp. 700 ribu “ jawabnya lagi tapi tampak masih bingung.
“ Ok. Nah ini saya kasih uang Rp 1.500.000. “ kataku sambil memberikan uang itu kepadanya.
“ Ah! Untuk apa ini Mas...?” Sekarang benar-benar bingung dia.
“ Aku hanya ingin memberikan uang ini kepada Si Mbok. Karena dalam keadaan sulit si Mbok masih bisa berbuat baik sama orang. Si Mbok bisa ngutangin orang yang butuh makan walau simbok sendiri tidak tahu kapan orang itu akan membayar.” Sambil memperhatikan wajahnya yang berseri dalam kebingungan. Kupegang tangannya dan menyerahkan uang itu. “ Nah, apa yang akan si Mbok lakukan dengan uang ini?“ sambungku.

“ Si Mbok hanya ingin memberi kesempatan semua langganan makan gratis hari ini. Dan menghapus semua hutang mereka" jawabnya

“ Mengapa?“ sekarang aku yang bingung.

“ Simbok orang miskin. Simbok pengen bersedekah tapi endak pernah bisa. Wong hidup juga sulit begini“ katanya.

Ketika senja mulai berangkat malam. Aku melangkah menjauhi sudut jalan itu. Aku termenung. Selama ini kita begitu hebatnya menggunakan retorika bahwa kita peduli dengan si miskin. Kita marah kepada ketidak adilan. Tapi kita tidak berbuat banyak. Tapi sebetulnya kehadiran Allah tetap ada di lingkungan si miskin. Dengan kesehajaan diantara mereka dan cara mereka, mereka berbagi untuk saling peduli.

Negeri ini kuat karena rahmat Allah yang meniupkan pesan cinta ke hati siapapun untuk saling berbagi. Masalahnya ada yang membaca pesan itu, dan ada yang tidak membacanya. Si Mbok adalah contoh pesan cinta Allah dibacanya dengan baik, walau sedikit yang dia punya itulah yang dia bagi dan dia bahagia karena itu. Memang cinta selalu menyehatkan dan menentramkan walau harus memberi sesuatu yang pada waktu bersamaan kita sangat membutuhkannya.

Sumber, grup whats app

Angels wing

"Berani menerima kesalahan untuk mendapatkan kebenaran"